
Kasus diabetes di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data IDF Diabetes Atlas 2024 dari International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 20,4 juta jiwa (usia 20–79 tahun). Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagian besar penderita tidak menyadari kondisinya hingga muncul komplikasi serius. APA ITU DIABETES DAN MENGAPA BERBAHAYA? Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
https://diabetesatlas.org/data-by-location/country/indonesia/
Kementerian Kesehatan. Survei Kesehatan Nasional 2018.
Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat. Menurut World Health Organization (WHO), diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti:
- Penyakit jantung
- Stroke
- Gagal ginjal
- Kerusakan saraf
- Gangguan penglihatan
- Risiko amputasi
Komplikasi ini sering muncul setelah bertahun-tahun tanpa pengelolaan yang baik. FAKTOR PENYEBAB MENINGKATNYA DIABETES DI INDONESIA Peningkatan kasus diabetes erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti diabetes dipicu oleh beberapa faktor utama, antara lain:
- Konsumsi gula berlebih
- Pola makan tinggi kalori dan rendah serat
- Kurangnya aktivitas fisik
- Obesitas
- Stres berkepanjangan
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan metabolisme glukosa dan penurunan fungsi pankreas sehingga produksi insulin tidak optimal. RENDAHNYA KESADARAN DETEKSI DINI Salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan gula darah secara rutin. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah muncul gejala berat atau komplikasi. Pedoman dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menekankan pentingnya skrining dini, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, dan usia di atas 40 tahun. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGELOLAAN Pencegahan diabetes dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup, seperti:
- Mengatur pola makan seimbang
- Mengurangi konsumsi gula tambahan
- Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari
- Menjaga berat badan ideal
- Mengelola stres
- Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala
Sebagian masyarakat juga mempertimbangkan penggunaan herbal pendamping sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Salah satu produk yang cukup dikenal adalah Mengkudaya, yang saat ini tersedia dengan harga normal 149rb dan dalam periode tertentu ditawarkan dengan harga promo 99rb. Informasi ini dapat menjadi referensi tambahan bagi masyarakat yang mencari alternatif pendukung pola hidup sehat. https://mengkudaya.site/
KESIMPULAN : Data tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 20 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes. Angka ini menjadi peringatan serius bahwa edukasi, deteksi dini, dan perubahan gaya hidup sehat adalah langkah yang tidak bisa ditunda. Kesadaran sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup di masa depan.
Referensi:
International Diabetes Federation (2024). IDF Diabetes Atlas.
World Health Organization (WHO). Diabetes Fact Sheet.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia.
https://diabetesatlas.org/data-by-location/country/indonesia/
Kementerian Kesehatan. Survei Kesehatan Nasional 2018.



